Rabu, 13 Februari 2013

KEUTAMAAN PUASA SUNNAH


Dari Abu Said Al Khudri -radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.” (HR. Al-Bukhari no. 2628 dan Muslim no. 1153).
Ada yang menafsirkan ‘di jalan Allah’ ialah dengan  berjihad  dan ada pula yang menafsirkannya dengan ketaatan kepada Allah secara umum.
Abu Hurairah -radhiallahu anhu- berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:“Allah Ta’ala telah berfirman: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan shaum itu adalah benteng (dari api neraka), maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan shaum, maka janganlah dia berkata rafats dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan ‘Aku orang yang sedang shaum’. Dan demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada harumnya minyak misik. Dan untuk orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya: Apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan ibadah shaumnya itu”. (HR. Al-Bukhari no. 1771 dan Muslim no. 1151).
Puasa merupakan ibadah-ibadah yang mulia yang mempunyai keutamaan yang sangat besar sampai-sampai para ulama berbeda pendapat mengenai ibadah yang paling utama, yaitu shalat atau puasa. Hal itu karena semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan maksimal sampai 700 kali lipat kecuali puasa, pahala puasa akan dilipatgandakan oleh Allah tanpa batas bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Allah  berfirman, “Tidak ada yang dipenuhkan pahalanya tanpa batas kecuali orang-orang yang bersabar,” dan puasa mengumpulkan ketiga jenis kesabaran yaitu sabar dalam menjalankan perintah, sabar dalam menjauhi larangan, dan sabar terhadap takdir yang menyusahkan ( berupa lapar dan haus).
Puasa baik yang sunnah maupun yang wajib merupakan perisai yang bisa melindungi bahkan menjauhkan seseorang dari api neraka yaitu sejauh 70 tahun perjalanan, sebagaimana dia juga melindungi dirinya dari semua bentuk maksiat dan kemungkaran. Karenanya sangatlah wajar jikalau Allah Ta’ala mensyariatkan ibadah puasa ini bukan hanya pada umat Islam akan tetapi kepada semua umat sebelum Islam, karena Allah ingin supaya mereka semua mendapatkan keutamaannya.
Maka sudah sepantasnya kita sebagai orang muslim untuk bersegera mengamalkan amalan mulia ini dan hendaknya kita menanggung beban kesulitan yang sedikit itu yang berupa pembatal puasa guna mendapatkan kebahagian yang besar ketika kita berbuka dan ketika kita berjumpa dengan Allah pada hari kiamat.

Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini


0 komentar:

Posting Komentar